Emas vs Bitcoin, Mana Aset yang Sejati

                         Emas vs Bitcoin, Mana Aset yang Sejati

cantikqq - Michael J Cuggino, Presiden dan Manajer Portofolio The Permanent Portfolio Family of Funds, ungkap alasan mengapa emas dan Bitcoin bisa naik bersamaan, namun didorong faktor ekonomi yang sangat berbeda.

Tren kenaikan harga emas dan aset digital Bitcoin belakangan ini kembali menarik perhatian para investor global. Namun menurut Presiden dan Manajer Portofolio The Permanent Portfolio Family of Funds,  Michael J Cuggino, keduanya memang bisa naik secara bersamaan, tetapi didorong oleh alasan yang sangat berbeda.

Dalam penawarannya, emas dan Bitcoin saat ini mewakili dua sisi yang berbeda dari dinamika pasar modern, yang menghilangkan fundamental ekonomi sederhana dan komprehensif global, sementara yang lain didorong oleh spekulasi dan sentimen likuiditas yang kuat.

Cuggino menjelaskan bahwa meskipun sempat ada keyakinan bahwa Bitcoin akan menjadi “emas digital” modern, kenyataannya kedua aset tersebut menunjukkan perilaku yang sangat kontras.

Bitcoin, katanya, lebih merefleksikan perilaku saham teknologi dibandingkan aset safe haven tradisional. Sementara emas tetap mempertahankan posisinya sebagai pelindung nilai saat ekonomi goyah atau geopolitik memanas. Dulu, saya pikir Bitcoin dan aset digital lainnya mungkin akan menggantikan emas

Namun sekarang kita melihat bahwa mereka lebih merespons siklus likuiditas dan sentimen spekulatif daripada faktor pendorong makro jangka panjang yang sama yang menggerakkan emas

Menurut Cuggino, sejarah perdagangan Bitcoin yang baru berusia sekitar 15 tahun menunjukkan korelasi yang kuat dengan indeks teknologi seperti Nasdaq 100, terutama selama periode kebijakan moneter longgar.

Saat bank sentral menurunkan suku bunga dan menambah likuiditas, aset digital serta saham teknologi biasanya melonjak secara bersamaan. Namun ketika kondisi keuangan mengetat, keduanya sama-sama turun tajam.

Kekuatan Emas Tetap Kokoh dan Ketidakpastian Global

cantikqq - Berbeda dengan Bitcoin, emas menurut Cuggino memiliki kekuatan landasan yang sudah teruji selama puluhan tahun. Logam mulia ini cenderung menguat di tengah tekanan ekonomi, konflik geopolitik, atau kebijakan moneter yang menekan keruntuhan hasil riil aset lainnya.

Kekuatan ini didasarkan pada fundamental — mulai dari pembelian oleh bank sentral hingga ekspektasi suku bunga riil yang lebih rendah dan mencakup geopolitik yang berkelanjutan. Itulah kekuatan yang sama yang telah mendorong nilai selama beberapa dekade,

Dalam beberapa bulan terakhir, minat terhadap emas kembali meningkat seiring ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperlambat atau bahkan siklus kenaikan suku bunga. Dengan inflasi yang masih tinggi dan pertumbuhan ekonomi global yang melambat, banyak investor menilai kondisi ini ideal bagi emas.

Bitcoin Belum Siap Jadi “Emas Digital”

cantikqq - Meski sering disebut sebagai “emas digital”, Cuggino menilai Bitcoin belum sepenuhnya matang untuk menyandang peran itu. Ia menganggap Bitcoin masih dalam tahap evolusi sebagai aset teknologi baru yang sensitif terhadap perubahan likuiditas.

Masih terlalu dini untuk membuat perbandingan jangka panjang," ujarnya. “Bitcoin memiliki nilai sebagai bentuk teknologi baru dan penyimpan nilai digital, tetapi tidak memiliki sejarah atau logika makro yang sama dengan definisi emas.

Keduanya Bisa Berdampingan

Meski karakternya berbeda, Cuggino menilai emas dan Bitcoin dapat saling melengkapi dan berfungsi sebagai portofolio investasi modern. Emas diperuntukkan dalam menyimpan nilai di seluruh dunia dan Bitcoin pada aset berbasis inovasi yang dapat memperoleh manfaat dari penerapan teknologi dan perputaran modal ke dalam keuangan digital.

Menyadari bahwa meskipun emas dan kripto sama-sama dapat naik, keduanya naik karena alasan yang sangat berbeda. Emas mencerminkan ketakutan dan perlindungan; Bitcoin mencerminkan pertumbuhan dan spekulasi,

Comments

Popular posts from this blog

Panas Bumi Jadi Tulang Punggung Transisi Energi, Begini Prediksi Prospek PGEO

Jelang Pengumuman Fed, Saham-saham Wall Street Kompak Menghijau

Liburan Nataru, Ada Diskon 30% Berwisata di Deretan Desa Wisata Ini