Perusahaan Penambangan Bitcoin yang Didukung Trump Jr Dongkrak Kepemilikan BTC
Perusahaan Penambangan Bitcoin yang Didukung Trump Jr Dongkrak Kepemilikan BTC
American Bitcoin (ABTC), perusahaan treasury dan penambangan bitcoin yang tercatat di Nasdaq dan didukung oleh Eric Trump dan Donald Trump Jr telah meningkatkan kepemilikan bitcoin. American bitcoin kini mengenggam 4.004 BTC senilai USD 415 juta atau Rp 6,93 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.700).
Ekspansi ini memperkuat posisi American Bitcoin sebagai perusahaan induk Bitcoin terbesar ke-25, berdasarkan data dari bitcointreasuries.net.
Kami terus memperluas kepemilikan Bitcoin kami dengan cepat dan hemat biaya melalui strategi ganda yang mengintegrasikan operasi penambangan Bitcoin berskala dengan pembelian di pasar yang disiplin,” kata salah satu pendiri dan Chief Strategy Officer perusahaan, Eric Trump.
Saham American Bitcoin diperdagangkan hampir 2% lebih tinggi pada Jumat sore di New York setelah sesi perdagangan yang fluktuatif dengan penurunan awal.
Perusahaan melantai di bursa pada September setelah serangkaian merger yang mengkonsolidasikan operasinya menjadi salah satu perusahaan korporat paling terkemuka di sektor aset digital.
Perusahaan ini muncul awal tahun ini dari merger antara entitas bisnis swasta Trump bersaudara dan Hut 8, perusahaan penambang Bitcoin yang berbasis di Kanada, diikuti oleh merger saham-untuk-saham dengan Gryphon Digital Mining, yang telah diperdagangkan secara publik.
Sementara itu, Bitcoin masih sekitar 18% di bawah level tertinggi sepanjang masanya di USD 126.000 yang dicapai pada awal Oktober.
Ikuti Gaya Strategy
cantikqq - Pendekatan American Bitcoin mencerminkan pendekatan Strategy (sebelumnya MicroStrategy), perusahaan perangkat lunak yang terdaftar di Nasdaq yang beralih ke akumulasi Bitcoin pada 2020.
Strategy kini memiliki lebih dari 641.000 BTC atau senilai sekitar USD 66 miliar atau Rp 1.102 triliun, menjadikannya pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia.
Seperti penambang lainnya, American Bitcoin menghadapi lingkungan yang semakin sulit. Setelah Bitcoin halving pada tahun 2024, imbalan blok turun dari 6,25 menjadi 3,125 BTC, memperketat margin di seluruh industri.
Sebagai tanggapan, beberapa penambang beralih ke komputasi yang berfokus pada AI sebagai sumber pendapatan sekunder.
Perusahaan Kripto Strategy Kantongi Laba Rp 46,56 Triliun Berkat Kenaikan Bitcoin
Sebelumnya, perusahaan kripto Strategy milik Michael Saylor merilis laporan keuangan kuartal ketiga 2025. Strategy mencatat laba bersih naik menjadi USD 2,8 miliar atau Rp 46,56 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.629).
Sementara itu, laba per saham atau earning per share (eps) dilusi mencapai USD 8,42, melampaui prediksi analis sebesar USD 8,15.
Perseroan menyatakan telah mencapai imbal hasil bitcoin sebesar 26% year to date, menghasilkan keuntungan bitcoin sebesar USD 12,9 miliar atau Rp 214,46 triliun, di tengah pasar kripto yang sedang bullish pada 2025.
Total pendapatan mencapai USD 128,7 juta atau Rp 2,13 triliun, meningkat 10,9% year on year (YoY) dibandingkan kuartal ketiga 2024. Angka ini juga melampaui prediksi USD 118,43 juta untuk kuartal tersebut.
Perseroan memprediksi laba operasional pada 2025 sebesar USD 34 miliar dan laba bersih sebesar USD 24 miliar atau USD 80 per saham.
Comments
Post a Comment